Jumat, 05 Juni 2015

Inilah Alasan Kenapa Menikah Sebelum Mapan itu Menguntungkan, Jangan Takut Nikah Muda

Apa yang Anda pikirkan jika mendengar kata “menikah”? Mungkin Anda akan  berpikir, "Saya masih belum siap," "Saya belum punya uang yang cukup." Beberapa orang yang mengatakan belum siap untuk menikah dikarenakan banyak faktor, salah satunya adalah hidup belum mapan.
Namun, sebenarnya untuk menikah tidaklah harus menunggu mapan terlebih dahulu. Untuk menikah Anda tidak perlu menunggu punya rumah, mobil, harta banyak, dll. Mengapa? Karena kemapanan adalah suatu proses yang bisa kita wujudkan bersama pasangan Anda setelah Anda menikah. Tentu akan sangat berbeda kemapanan yang diperoleh setelah menikah dengan sebelum menikah. Kemapanan yang dilalui dengan penuh perjuangan dengan pasangan Anda setelah Anda menikah akan menguatkan rasa cinta Anda. Berbeda dengan kemapanan yang diperoleh sebelum menikah, pasangan Anda mungkin tidak akan tahu bagaimana masa-masa sulit Anda meraih kesuksesan dan kemapanan Anda. Pasangan Anda tidak akan tahu saat saldo rekening hanya cukup untuk makan dengan lauk tahu tempe. Pasangan Anda tidak akan tahu betapa letihnya Anda setelah Anda pulang bekerja. Pasangan Anda tidak akan tahu betapa sulitnya meraih kesuksesan dan kemapanan Anda.

Ada banyak alasan yang bisa menjadi motivasi, mengapa Anda  seharusnya sudah siap menikah tanpa harus menunggu menjadi orang kaya terlebih dahulu.
1. Menikah Itu Menambah Rezeki
Hanya sedikit orang yang menyadari dan memahami bahwa justru setelah menikah rezeki Anda akan semakin bertambah . Bagi Anda seorang laki-laki, sebelum Anda menikah,  biasanya makan di warung atau rumah makan. Namun, setelah Anda menikah biaya makan sehari-hari akan lebih hemat karena ada istri Anda yang memasak makanan di rumah. Begitu juga biaya lain yang sering Anda keluarkan sebelum menikah mungkin akan semakin berkurang karena Anda akan memikirkan/mempertimbangkan setiap rupiah yang Anda belanjakan.  Setelah  Anda menikah, Anda akan mempunyai dua kepala, dua tangan, dua dompet untuk satu kehidupan. Yang perlu Anda lakukan adalah saling memahami dan kerjasama. Anda akan merasakan bahwa ikatan hubungan semacam ini justru bisa membuat Anda lebih tenang dan tentram dibandingkan sebelum menikah.
2. Jangan Melihat Biaya Pernikahan Orang Lain
Belum menikah karena biaya pernikahan mahal itu cerita lama. Sebagian besar orang bertanya pada temannya tentang pernikahan dan lebih dulu dibayang-bayangi oleh biaya pernikahan yang mahal. Sebaiknya, jangan  melihat dan menjadikan patokan biaya pernikahan orang lain sebagai standar kesiapan Anda menikah. Setiap orang punya kemampuan masing-masing. Anda hanya perlu menanyakan referensi pernikahan pada mereka, selebihnya, Anda sesuaikan dengan kemampuan Anda sendiri.
3. Mapan Itu Tidak Bertahan Lama
Harta dan kekayaan bukanlah hal yang tetap (tidak berubah) selamanya. Bukan berarti dengan kemapanan, Anda akan selalu tercukupi, saldo di rekening Anda akan tetap, harta Anda akan tetap. Tidak, semua tersebut akan berubah bisa bertambah bahkan bisa berkurang. Semua tergantung pada stabilitas perekonomian dan kemampuan Anda dalam mengelola keuangan. Kemapanan adalah suatu proses yang diperjuangkan terus menerus sehingga tetap stabil. Namun, adakalanya kondisi ekonomi Anda akan pasang surut. Jangan bersedih, tetaplah bersyukur. Kebahagiaan Anda tidak ditentukan oleh uang.
4. Karena Kita Tak Tahu Apa Yang Terjadi di Masa Depan
Karena negative thinking, kita lebih dulu takut terhadap kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi. Salah, janganlah berburuk sangka akan masa depan yang belum terjadi. Anda harus optimis menatap masa depan. Raihlah kesuksesan Anda dengan kerja keras. Harapan itu masih ada. Selama nafas masih berhembus dan jantung masih berdetak, hadapi semua kesulitan sebagai bagian ujian hidup yang harus dijalani.  Hadapilah setiap masalah dalam hidup Anda karena pasti ada solusinya. Bukankah Allah telah berfirman di dalam Al Quran surat Al Insyirah “Inna ma ‘al ‘usri yusro (Sesungguhnya dibalik kesusahan, ada kemudahan)”. Jika Anda menikah saat masih kuliah, janganlah takut kalau Anda akan gagal di usia muda. Anda masih muda, masih banyak potensi yang belum Anda gunakan. Galilah potensi Anda  untuk menunjang kesuksesan Anda.

Menikah bukanlah sekedar masalah uang. Ia adalah cinta, kasih sayang, pengorbanan, kesetiaan, dan ikatan kesucian sepasang insan. Mulai sekarang, Anda harus positif thinkingdan jangan larut dalam pemikiran kuno bahwa menikah itu jika sudah mapan. Semoga bermanfaat

Sumber : http://www.infobacan.com/2015/04/alasan-kenapa-menikah-sebelum-mapan-menguntungkan-jangan-takut-nikah-muda.html

Alasan kenapa kamu gak usah ragu untuk NIKAH MUDA

Menikah adalah salah satu keputusan besar dalam kehidupan manusia. Memutuskan untuk menikah memerlukan pertimbangan panjang dan keyakinan kuat. Bagaimana tidak? Pernikahan bukan hanya menyatukan dua orang yang sedang dimabuk cinta, melainkan juga dua keluarga yang tidak saling mengenal sebelumnya.
Kapan waktu yang tepat untuk menikah? Semua kembali ke kamu dan pasanganmu. Menikah di usia muda dan tua punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun kali ini Hipwee akan memberikan alasan kenapa menikah di usia muda akan membawa dampak baik bagi hidupmu. Mau tahu kenapa?

1. Buat Apa Menunggu Jika Kalian Sudah “Klik”?

Buat apa menunggu kalau sudah ada yang cocok?
Buat apa menunggu kalau sudah ada yang cocok? via martinskikulis.com
Katanya, saat kamu bertemu jodohmu itu seperti saat tutup botol bertemu ulirnya. Tanpa alasan kamu akan merasa pas, nyaman. Pencarianmu sudah berakhir. Kamu sudah menemukan apa yang kamu cari pada diri pasanganmu. Walau dia tidak sempurna, tapi dialah yang membuatmu rela menerima ketidak-sempurnaan.
Walau masih muda, mengapa harus menunggu lebih lama kalau memang sudah menemukan pasangan yang tepat? Toh menikah sekarang atau nanti, kamu tetap akan menjalani kehidupan rumah tangga bersama dia. Justru dengan menikah lebih awal, kamu dan dia punya banyak kesempatan untuk membangun hidup bersama.


2. Secara IlmiahKamu Akan Lebih Bahagia

Riset mengatakan mereka yang menikah muda akan lebih bahagia
Riset mengatakan mereka yang menikah muda akan lebih bahagia via stories.my
Menurut “Knot-Yet Report” dari National Marriage Project 2013, mereka yang menikah pada usia muda ternyata akan lebih bahagia dibanding orang-orang yang menunda pernikahan. Dalam penelitian tersebut, orang berusia 20-28 yang mengatakan mereka “sangat puas dengan hidup” adalah mereka yang menikah.
Dalam penelitian yang sama, perempuan yang lebih bahagia adalah mereka yang menikah pada usia 24-26 tahun. Jika secara fakta ilmiah saja menikah muda bisa membuatmu lebih bahagia, maka kenapa tidak? Siapa sih yang tidak bahagia kalau hal pertama yang dilihat selepas bangun tidur adalah wajah orang yang paling dicintai?


3. Laki-Laki yang Menikah Muda Akan Menghasilkan Lebih Banyak Uang

Laki-laki yang menikah akan punya semangat kerja tinggi
Laki-laki yang menikah akan punya semangat kerja tinggi via www.profoto.com
Data American Community Survey pada 2008-2010 menunjukkan bahwa pria yang menikah di usia 20-an akan menghasilkan lebih banyak uang dibandingkan mereka yang menikah di usia 30 tahun keatas. Secara umum, pria yang telah menikah memang menghasilkan lebih banyak uang dibanding mereka yang masih lajang.
Barangkali semangat kerja muncul karena sudah ada keluarga yang harus dibiayai di rumah. Produktivitas laki-laki yang sudah menikah juga bisa meningkat karena dia sudah tidak lagi repot memikirkan kebutuhan domestik. Secara tradisional, sudah ada istri yang mengurus semua keperluannya.
Semangat dan produktivitas kerja yang lebih baik memang bisa datang dari komitmen di depan Tuhan. Masak kamu mau sih membiarkan orang yang sudah kamu janjikan akan dirawat sepenuh hati hidup susah?


4. Kalian Akan Menemukan Diri Masing-Masing, Bersisian

Menemukan diri sendiri tapi tetap saling mendampingi
Menemukan diri sendiri tapi tetap saling mendampingi via sapphirebluepurpleworld.wordpress.com
Usia muda memang masanya menemukan diri sendiri. Di usia 20-an, kamu akan mencari apa yang sebenarnya paling ingin kamu lakukan dalam hidup. Kamu akan mencari sebanyak mungkin pengalaman untuk memuaskan keingintahuanmu akan kemampuan diri sendiri.
Banyak orang memilih untuk tidak punya pasangan romantis pada fase ini, karena enggan diributkan dengan drama percintaan.
Memutuskan menikah muda akan membuat kamu memiliki seseorang yang mendampingimu dalam perjalanan tersebut. Mana sih yang lebih menyenangkan, galau sendirian atau galau tapi didampingi orang yang kamu cintai?
Menikah muda dengan orang yang tepat tidak akan menghalangi kesempatanmu untuk melakukan pencarian diri. Malah kehadiran pasangan bisa membantumu untuk mengeluarkan sisi terbaik dalam dirimu yang belum kamu tahu.


5. Belajar Bertanggung Jawab Lebih Awal

Menata hidup berdua membuat kalian belajar bertanggung jawab
Menata hidup berdua membuat kalian belajar bertanggung jawab via www.weddingguideasia.com
Kebanyakan orang memilih untuk tidak menikah muda karena masih ingin menikmati hasil kerja mereka untuk diri sendiri. Baru awal kerja, gaji masih pengen buat senang-senang sendiri aja. Ogah deh ngurusin urusin rumah tangga.
Hey, cepat atau lambat kamu tidak bisa terus lari dari kehidupan dewasa. Suatu hari, hal yang kamu hindari juga akan kamu hadapi.
Menikah di usia muda akan membuatmu lebih dewasa dan bertanggung jawab terhadap hidup. Bagaimana tidak, menikah biasanya identik dengan berhentinya sokongan finansial dari orang tua. Kamu dan pasangan harus menyiasati segala permasalahan hidup berdua.
Kalian akan tertawa dan merasa seperti sedang main rumah-rumahan saat belanja bulanan. Kamu dan dia menata rumah kontrakan kalian dengan perabot seadanya. Walau konyol, tapi dari sinilah kalian akan belajar bahwa membangun hidup memang tidak mudah.


6. Gak Peduli Kapan Menikahnya, Setiap Pernikahan Pasti Akan Ada Masalah

Masalah dalam pernikahan akan tetap ada
Masalah dalam pernikahan akan tetap ada via truephotography.com
Katanya sih, menikah muda itu rawan perceraian karena kamu dan pasangan masih belum bisa mengendalikan emosi. Sebenarnya pendapat ini tidak sepenuhnya benar, karena masalah dalam pernikahan akan selalu ada. Tanpa peduli kamu menikah di usia berapa.
Malahan dengan menikah muda, perbedaan dan friksi bisa diatur sejak awal. Ketidaksepahaman bisa diatasi dengan lebih baik. Karena kamu dan pasangan akan membangun hidup dari nol bersama. Menikah muda atau menunda pernikahan, semua masalah pasangan menikah juga akan menghampiri kalian kok.


7. Malah Lebih Bebas Bersenang-Senang Bersama

Bebas senang-senang berduaan
Bebas senang-senang berduaan via janisratnieks.blogspot.com
Salah satu hal yang paling menyenangkan dari menikah muda adalah kebebasan yang kalian berdua dapatkan. Sebagai pasangan menikah, kamu dan dia sudah tidak lagi punya batasan norma yang harus dijaga ditengah keluarga dan masyarakat.
Mau pulang subuh kek, mau cium-cium kek — SAH! Kan udah suami istri.
Menikah di usia muda memberikan kalian kesempatan seluas-luasnya untuk bersenang-senang bersama. Kalian masih muda, masih pengen mencoba banyak hal. Kamu dan dia bisa traveling ke Aljazair bersama, nonton konser artis indie kesukaan berdua, sampai naik gunung dan kemping.
Semua bisa kamu lakukan. Dengan aman dan tenang, karena sudah sah dan halal.


8. Kehidupan Seksual Kalian Akan Lebih Hot

Menikah muda memberikan kehidupan seksual yang lebih memuaskan
Menikah muda memberikan kehidupan seksual yang lebih memuaskan via www.pinterest.com
Pada tahun 2011, Dana Rotz, seorang peneliti dari Harvard mengungkapkan bahwa pasangan yang menikah di usia 20-an akan memiliki hubungan seksual yang lebih baik dibandingkan mereka yang menikah lebih lama.
Dalam penelitian yang sama juga terungkap bahwa penundaan pernikahan selama 4 tahun akan mengurangi frekuensi hubungan seksual pasangan itu sebanyak 1 kali tiap bulannya.
Apa sih yang lebih membahagiakan dari bisa mengekspresikan rasa sayang pada pasangan lewat berbagai cara? Halal pula.


9. Lebih Bisa Berkompromi Terhadap Perubahan

Kalian akan lebih mudah menerima perubahan dalam hidup
Kalian akan lebih mudah menerima perubahan dalam hidup via petitehousewife.wordpress.com
Bayangkan jika kamu dan pasangan menikah di usia 30-an, dengan karir dan kehidupan masing-masing yang sudah settle. Akan sulit membuat pasanganmu rela pindah kota dan meninggalkan pekerjaannya hanya karena kamu mendapatkan tawaran bekerja di Konservasi Badak Ujung Kulon.
Dia punya karir yang telah dibangun, begitu pun denganmu.
Pasangan muda yang masih membangun karir dan haus terhadap petualangan akan menghadapi permasalahan diatas dengan berbeda. Kalau kamu menikah muda, kompromi atas perubahan rute hidup akan lebih mudah dilakukan.
Pindah kota? Hayuk aja! Toh kamu dan pasangan belum tahu kesempatan yang akan kalian dapatkan di tempat batu. Ganti pekerjaan? Boleh! Your old job sucks, anyway.
Kalian akan menjalani hidup yang dinamis dan penuh tantangan. Dengan tetap dipenuhi cinta, tentunya.


10. Kalian Akan Menghasilkan Anak yang Oke

Kalian bisa menghasilkan generasi yang oke
Kalian bisa menghasilkan generasi yang oke via www.rememberphotovideo.com
Usia di bawah 30 tahun adalah waktu paling ideal bagi seorang wanita untuk memiliki anak. Selepas usia 30 tahun, sel telur yang dihasilkan sudah tidak akan seprima wanita usia 20-an.
Padahal sel telur yang baik adalah cikal bakal anak berkualitas. Menikah muda membuatmu dan pasangan punya kesempatan lebih besar untuk menghasilkan keturunan dengan kualitas oke.
Selain kondisi tubuh yang prima, usia muda juga memberimu kesempatan lebih luas untuk menyesuaikan diri saat anakmu lahir. Kalau kamu ingin jadi full stay home-mom sampai anak usia 5 tahun, membangun bisnis di usia 25 masih lebih masuk akal dibanding resign dari posisi manager di usia 35.
Di usia muda, kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan selepas anak lahir akan lebih besar kamu dapatkan.


11. Bisa Jadi Orang Tua Gaul

Jarak usia yang relatif dekat bisa bikin kamu jadi ortu gaul
Jarak usia yang relatif dekat bisa bikin kamu jadi ortu gaul via trendbleeper.com
Seandainya kamu menikah di usia 23 tahun lalu punya anak di usia 24 tahun. Berarti saat usiamu 44 tahun, anakmu sudah 20 tahun. Punya anak yang sudah dewasa saat kamu masih cenderung muda akan membawa keasyikan tersendiri. Kamu tidak akan gagap mengikuti perkembangan jaman, kamu bisa berbincang dengan anakmu selayak teman.
Hubungan yang dekat antara orang tua dan anak akan lebih mudah terjalin saat jarak umurnya tidak terlalu jauh. Anakmu akan PD aja bawa temannya ke rumah, karena Bapak-Ibunya masih muda dan gaul. Kamu dan pasangan juga sudah cukup melek teknologi untuk mengawasi kegiatan anakmu di media sosial. All win!


12. Punya Kekuatan Untuk Membiayai Anak Sampai Tuntas

Kalian bisa membiayai anak-anak sampai tuntas
Kalian bisa membiayai anak-anak sampai tuntas via prologuepictures.sg
Menikah di usia muda juga berarti punya kesempatan lebih lama untuk bekerja saat masih berkeluarga. Kamu masih punya sumber daya dan kekuatan untuk mendampingi anak-anakmu hingga mereka bisa mencukupi kebutuhan finansialnya sendiri. Ketika anakmu sedang butuh dana besar untuk kuliah, kamu belum pensiun dan bisa mencukupinya.
Menikah muda tidak hanya membawa keuntungan bagi kebahagiaanmu dan pasangan. Tapi juga memberikan keadilan pada calon-calon anak kalian, orang tuanya akan lebih siap mendampinginya sampai benar-benar dewasa dan bisa dilepas.


13. Gak Lagi Kesal Saat Ditanya, “Kapan Nikah?”

Kapan jarinya dicincinin, mblo?
Kapan jarinya dicincinin, mblo? via sapiperjaka.com
Kamu akan aman dari pertanyaan sakral ini. Setiap ada kumpul-kumpul keluarga besar, pertanyaan soal jodoh dan pernikahan tidak akan lagi menghampiri. Kamu sudah punya pasangan resmi yang mendampingimu di sisi. Tapi, apakah penderitaan berakhir? Hoho, belum saudara-saudara. Masih ada pertanyaan ini kok:
  • Kapan punya anak?
  • Kapan nambah anak?
  • Anaknya mau disekolahin dimana nanti? (padahal anakmu masih bayi 2 bulan)
  • Kapan mati?


14. Rasa Pacaran, Tapi Status Halal

Masih kayak pacaran, tapi udah halal
Masih kayak pacaran, tapi udah halal via callanrobison.com
Nikah muda akan membuat hubunganmu dan pasangan masih kayak pacaran. Kamu dan dia masih bisa dengan santai nonton konser yang diadakan mahasiswa, ngelayap ke gunung berhari-hari berduaan tanpa bikin khawatir orang tua, koleksi gundam dan buku favorit sesuka hati, sampai foto-foto ala ABG pacaran.
Semua kesenangan ala anak muda masih bisa kalian nikmati. Bedanya, sekarang semua udah nggak perlu lagi dilakukan dengan kehati-hatian karena takut melanggar norma kesopanan masyarakat.
Kalian masih berasa pacaran, tapi sudah halal bobo cantik berdua. Sudah bebas saling sayang tanpa batas kain dan sehelai benang. Ekspreksi cinta terhadap pasangan lebih bebas kamu tampilkan.



15. Kalian Akan Lebih Sulit Untuk Saling Meninggalkan

Kebersamaan panjang akan jadi kekuatan untuk menghadapi masalah
Kebersamaan panjang akan jadi kekuatan untuk menghadapi masalah via www.alisonmayfield.com
Walaupun ngoroknya kencang, suamimu adalah orang yang mendampingimu dari belum jadi apa-apa sampai sekarang sudah jadi orang. Meskipun setelah 3 tahun menikah masakannya masih sering keasinan, istrimu adalah orang yang terus memberikanmu semangat waktu bisnismu terancam gagal.
Kalian telah menghadapi banyak momen dan permasalahan bersama. Bahkan dengan menikah muda bisa dibilang kalian tumbuh dewasa bersama. Ketika ada masalah yang potensial membuat kamu dan dia berpisah, pendampingan dan kebersamaan panjang akan jadi pengingat bahwa hubungan ini layak untuk terus diperjuangkan.

Apakah alasan-alasan diatas cukup membuatmu yakin untuk menikah muda? Atau kamu masih percaya bahwa status lajangmu saat ini akan lebih banyak membawa kebaikan? Semua terserah padamu. Hipwee hanya berharap agar apapun keputusanmu, kamu akan tetap bahagia :)

sumber : http://www.hipwee.com/hubungan/alasan-kenapa-kamu-tidak-perlu-takut-menikah-muda/

Hukum Pernikahan Beda Agama

Hukum pernikahan beda agama, atau biasa juga dikenal dengan pernikahan lintas agama. Selalu menjadi polemik yang cukup kontroversial dalam masyarakat, khususnya negara yang memiliki berbagai macam penduduk dengan agama yang berbeda-beda.

Indonesia merupakan negara mayoritas muslim terbanyak di seluruh dunia, namun tetap saja sering muncul pertanyaan menyangkut perihal pernikahan. Bolehkah seorang muslim menikahi seorang yang non muslim jika boleh, bagaimana islam menyikapi hal tersebut?

Mari kita lihat dari dua sudut pandang pada hukum pernikahan berbeda agama ini terlebih dahulu. Pernikahan beda agama, dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan pasangan yang menikah, yaitu:
seorang laki-laki muslim menikahi perempuan dan sebaliknya, seorang muslim perempuan yang menikahi seorang laki-laki yang non muslim, pembagian ini dilakukan karena hukum di antaranya masing-masing berbeda. Bagaimanakah hukumnya dalam islam?
pernikahan beda agama


Hukum seorang laki-laki muslim menikahi perempuan non muslim (beda agama)

Pernikahan seorang lelaki muslim menikahi seorang yang non muslim dapat diperbolehkan, tapi di sisi lain juga dilarang dalam islam, untuk itu terlebih dahulu sebaiknya kita memahami terlebih dahulu sudut pandang dari non muslim itu sendiri.

1. laki-laki yang menikah dengan perempuan ahli kitab (Agama Samawi), yang dimaksud agama samawi atau ahli kitab disini yaitu orang-orang (non muslim) yang telah diturunkan padanya kitab sebelum al quran. Dalam hal ini para ulama sepakat dengan agama Injil dan Taurat, begitu juga dengan nasrani dan yahudi yang sumbernya sama. Untuk hal seperti ini pernikahannya diperbolehkan dalam islam. Adapun dasar dari penetapan hukum pernikahan ini, yaitu mengacu pada al quran,  Surat Al Maidah(5):5,

“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan
Advertisement
makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.”

2. Lelaki muslim menikah dengan perempuan bukan ahli kitab. Yang dimaksud dengan non muslim yang bukan ahli kitab disini yaitu kebalikan dari agama samawi (langit), yaitu agama ardhiy (bumi). Agama Ardhiy (bumi), yaitu agama yang kitabnya bukan diturunkan dari Allah swt, melainkan dibuat di bumi oleh manusia itu sendiri. Untuk kasus yang seperti ini, maka diakatakan haram. Adapun dasar hukumnya yaitu al quran al Baqarah(2):221

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”

Perempuan muslim menikah dengan laki-laki non muslim.

Dari al quran al Baqarah(2):221 sudah jelas tertulis bahwa:

"...Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman..."

Pernikahan seorang muslim perempuan sudah menjadi hal mutlak diharamkan dalam islam, jika seorang perempuan tetap memaksakan diri untuk menikahi lelaki yang tidak segama dengannya, maka apapun yang mereka lakukan selama bersama sebagai suami istri dianggap sebagai perbuatan zina.

Kesimpulannya:
Seorang laki-laki muslim boleh menikahi perempuan yang bukan non muslim selama perempuan itu menganut agama samawi, apabila lelaki muslim menikahi perempuan non muslim yang bukan agama samawi, maka hukumnya haram.
Sedangkan bagi perempuan muslim diharamkan baginya untuk menikah dengan laki-laki yang tidak seiman.

Sumber : http://www.islamnyamuslim.com/2012/12/hukum-pernikahan-beda-agama-islam-dan.html

Tanya Jawab Soal Nikah Muda



Tanya Jawab soal ‘NIKAH MUDA’ dari A sampai Z
Masalah penikahan adalah masalah yang selalu aktual dan hangat untuk dibicarakan tak terkecuali oleh para thulabul ilmi. Seolah tidak mengenal istilah usang, kapan dan dimanapun topik ini selalu terasa update dibahas. Namun, disayangkan sebagian penuntut ilmu terlalu berlebihan dalam membicarakan masalah ini sehingga menghabiskan waktu dan bahkan tak jarang menimbulkan penyakit dalam hati

Dilansir dari kaskus.co.id, berikut ini adalah beberapa testimoni dari orang orang yang berani menikah muda :

“Mau nikah tapi belum ada modal mas?”
Nikah kok pake nunggu ngumpulin modal, emang mau buka toko!. Nikah kok nunggu mapan, nunggu kaya, nunggu sejahtera. Kebalik tuh. Segera nikah, biar segera dimapankan, dikayakan, disejahterakan

“Tapi saya masih belum lulus kuliah mas?”.
Emang sejak kapan rukun nikah pake ijasah?.

“Saya belum punya kerjaan tetap mas?”.
Nggak penting itu punya pekerjaan tetap, yg penting tetap punya penghasilan

“Padahal rencana saya nikah umur 30-an gitu mas”
Coba deh diitung2, umpama cowok nikah usia 30. Anaknya lulus kuliah udah berapa tuh usia sang bapak?. Yup, lebih dari 50 taun. Kalo nikahnya umur 20?. Usia 40-an sudah bisa gendong cucu tuh

“Apa sih mas perbedaan besar antara pacaran dg nikah?”
Pacaran? Rawan maksiat. Nikah? Rawan rahmat

“Nikah muda itu bahaya lho mas, psikis pasangan muda kan labil?”.
Mangkanya buruan nikah, biar segera stabil

“Masak putus? Pacar saya udah sayang banget ma saya mas”.
Buat kalian yg masih melihara pacar, katakan pada pacar kalian, “Bukti cinta sejati bukan “I love you”, tapi “qobiltu” [maksudnya: saya terima.....]

“Mas, saya nunda nikah karena belum siap dari segi finansial?”.
Lho, kenapa nikahnya yg ditunda, kenapa nggak finansialnya aja yg dipercepat?

Status ngomporin nikah ntar lagi dilanjut ya. Istri ngajak jalan2 lagi nih
Oh ya, jalan2 sama istri itu ngoleksi pahala, lho. Kalo sama pacar? Jawab sendiri dah

“Cieee, si mas mentang2 udah nikaaah ”
Cieee, mentang2 yg belum berani nikaaah

“Apa sih mas enaknya nikah muda?”
Bocoran nih ya, ibu saya dulu nikah usia 17 taun, sekarang di usia beliau yg baru 42 taun, beliau udah tenang, karena anak2nya dah lulus kuliah, bahkan anaknya yg paling imut nih dah berani berumahtangga, hehe

“Nikah muda itu bahaya lho mas. Rawan perceraian, karena kondisi emosional, finansial, psikis, anak muda masih labil. Nikah muda itu rawan lho mas. Bayi yg lahir oleh pasangan muda itu bla bla bla”.
Udahlah, jangan banyak alesan, diketawain sama ibu saya tuh

“Saya sering liat ada orang dewasa yg nggak nikah2?”
Lelaki dewasa yg belum juga berani nikah kemungkinannya hanya 2: terlalu banyak maksiat, atau kejantanannya perlu dipertanyakan . Udahlah, daripada tersinggung, mending berubah

“Jangankan nafkahin istri, nafkahin diri sendiri saja belum bisa!”.

Hah? Usia mudanya dipake ngapain aja tuh?.

“Mas, saya pingin membahagiakan ortu dulu. Masak baru lulus, baru kerja, langsung minta nikah?”.
Hey, bukankah lebih keren kalo kita membahagiakan ortu, istri, juga mertua sekaligus?.

“Saya mau fokus di karir dulu mas”.
Astaghfirullah, masih nggak percaya juga dg firman Tuhan?. Nikah itu ngundang rezeki, bukan malah menghambatnya. Udahlah, pokoknya orang keren adalah orang yg nggak suka cari2 alasan

“Mas, modal nikah itu berapa sih?”
Seringan mungkin. Sesederhana mungkin. Muslimah mulia adalah yg ringan maharnya. Resepsi, sesederhana mungkin. Undangan, sehemat mungkin. Jangan boroskan duit di resepsi.

“Mas, adakah penelitian yg membuktikan nikah bikin kaya?”
Buanyak. Mangkanya sempetin baca buku, nggak baca status doank  [maksudnya: jangan cuma ngaskus doang]

“Kenapa ada yg usai nikah tapi hidupnya malah berantakan?”
Yg usai nikah dan lebih bahagia juga membludak. Jadi yg salah bukan nikahnya, tapi faktor orangnya

“Kenapa kita lebih disaranin nikah muda?”
Biar agama kita disempurnakan oleh Tuhan di usia kita yg semuda mungkin

“Kalo belum ketemu jodoh gimana, mas?”
sebagamana rezeki, begitulah jodoh. Rezeki memang ditangan Tuhan, tapi kalo nggak dijemput ya bakal ditangan Tuhan teruuus

“Lha cara jemput jodoh itu gimana mas?”
Gitu masih ditanyain? Ckckckck.. katanya udah gedhe

“Kenapa sih mas dari kemaren ngomporin nikah muda?”.
Karena saya pingin anak2 muda sebahagia kami, hehe.

“Boro2 nikah, kuliah aja nggak lulus2. Boro2 nikah, kerja aja nggak dapet2. Boro2 nikah, usaha aja nggak jalan2. Boro2 nikah, ortu aja belum ngizinin. Boro2 nikah, jodoh aja nggak dapet2”.
Ini nih pikiran anak muda yg pesimis. Asal tahu saja nih ya, di luar sana ada banyak banget yg nikah tapi kuliahnya makin lancar, yg nikah dan karirnya makin cepat, yg nikah dan usahanya makin melejit, yg masih muda tapi dapat jodoh yg hebat, yg masih muda tapi udah diizinin ortunya nikah. Kira2 apa yg bedain kalian dg mereka?. Bener, mereka kreatif cari solusi, bukan cuma kreatif cari alesan . Mereka semangat cari jalan keluar, bukan cuma bisa ngeluh sambil fb-an

“Aduh, mas, puasa2 gini ngomporin nikah ”
Karena puasa itu nikmat banget. Yg dah nikah, sahur dibangunin istri.
Yg belom nikah? Betah amat bertaun2 dibangunin alarm .
Yg dah nikah, terawih berjalan ke mesjid bareng istri. Yg belom? Kaciiiaaan .
Yg dah nikah, buka masakan istri. Yg belom? Betah amat seumur2 nasi bungkusan .
Yg dah nikah, pas tilawah, ada yg dengerin, ada yg nyimak, ada yg benerin. Pas tidur, ada yg nemenin. Pas sedih, ada yg dicurhatin. Pas nangis, ada pundak tempat bersandar. *Ciyeee.. 
Daripada pingin, buruan berbenah, dan segera nikah muda

Nikah ituuuu, menenangkan. Juga menyenangkan. Beneran. Apalagi nikah muda, beuuh, serasa kayak pacaran. Tapi ini pacarannya keren, pacaran setelah pernikahan 

Daripada protes, daripada tersinggung, daripada panas, daripada pingin, mending berbenah, mending berubah, mending berdoa, semoga bisa tergapai cita-cita nikah muda

menyesal kenapa nikahnya ngga dari dulu dulu..

Nikah itu cuma 1% enaknya Yg 99% ??:
Yang 99% uuueennakkk banget..

Testimoni :

titatutet
ane nikah muda gan
ane baru umur 23 tahun suami ane umur nya 20 tahun  ane masih muda kan
dan alhamdulilah apa yg dikatakan TS tentang kemapanan dll laki ane sudah memiliki nya
karena emang dia kerja dari kelas 1 SMA.
tapi yg mikirin mapan mungkin emang agak ribet kalau pasangan nya ribet juga
nikah muda ga semudah orang bilang? nikah muda dengan pasangan lebih muda itu bahaya?
kata siapa? ane comfort tuh. malah masih kaya orang pacaran, dan masih ribut kaya watu pacaran
(ane yg ribut, laki ane kalem ) tapi beda nya kalau dulu waktu pacaran bingung nyelesein nya gimana, kalau udah nikah emmm bilang jangan ya
yg belum nikah jangan di ikutin yaa

oh ya, kita pertama ketemu di kaskus. jadi klop dari awal
awal menikah karena ane harus kuliah keluar negeri. dan laki ane lebih milih nikahin ane daripada LDR
akhir nya kita kuliah bareng di oz + dia kerja. meskipun buruh gaji nya sama kaya gaji DPRD di indo loh
seneng nya tinggal di oz \/ eh
nikah mengundang rezeki ane udah buktiin.
cuman belum punya dede, padahal udah 6 bulan
yah alhamdulillah setelah menikah pemikiran kita jauh berbeda dengan orang yg seumuran kita tapi belum menikah
karena mindset kita bertambah dengan hak dan tanggung jawab pernikahan

titatutet 



suami ane sama ane masih kuliah. penghasilan laki ane waktu pacaran cuman 5jt/bulan dan usaha nya ga lebih dari 6jt/bln
tapi setelah nikah, gaji 25jt/bulan dari usaha 40-52jt/bulan
padahal umur nya masih muda masih 20 tahun
ada yg bisa jelasin ke ane kenapa bisa begitu ya? 


alacazzam 

setuju gaan, ane nikah umur 23, gak muda banget sih, waktu itu bini masih kuliah, pacaran setelah nikah nikmat banget. ane kenal doi agustus (dikenalin sama ortu), ketemuan lagi bulan desember, sama ortunya ditantangin untuk nikah, ane terima tantangan, januarinya langsung nikah. nikmat gan pacaran setelah menikah.

SapiNgupil 

cihuiii bener banget gan.. ane ud nikah usia 21 taun.. ud dikaruniain anak cewek lucu nan imut.. rezeki ane juga bertambah gan.. umur 40an ane ud bisa liat anak ane jd wisuda.. Hha


idpermanaa 

Umur ane 24 tahun. Udah ngelewatin 1.5 tahun usia pernikahan. sekarang ane udah punya bebi umur 4 bulan. Nikah muda itu banyak keuntungannya, antara lain lebih fokus, lebih membuat kita dewasa, berfikir lebih kreatif, banyak nambah wawasan, yang jelas nambah rejeki. Bagi yang takut nikah karena masalah finansial, agan jangan takut akan hal itu, itu hanya pemikiran agan saja, yakin bahwa Alloh selalu memberikan rejeki bagi orang2 yang nikah karenaNya. Entah dari mana datangnya rejeki itu, karena itu sudah merupakan janji Alloh bagi orang2 yang beriman.

Apalagi udah punya bebi, komplit dah bahagianya.
kalo berkenan, taro pejwan Gan..


UnKillMaster

Ga juga sih gan, semua tergantung sikon keluarga dan mental diri masing2 ..
Ane mah dari keluarga udah harus dituntut nikah muda, entah kenapa karena pengen ane mandiri (padahal udah mandiri loh, punya usaha sendiri masih SMA) atau pengen cepet gendong cucu (ini yg repot gan  ) ..
Kakak ane nikah umur 22 (masih kuliah sekalian usaha, ga tau kenapa masih kuliah juga atau entah ga lulus2  ) dan luar biasa ADA aja rezeki yg dateng pas udah nikah (nah loh ?), usaha kakak ane pas masih belum nikah paling ya 5 jt/bulan dan sekarang udah 10+ jt/bulan ..
Mau tau umur ane berapa ga gan ? ane masih SMA kelas 1, tapi udah tunangan, tinggal tunggu nikahnya aja pas lulus sekolah nanti, yg penting kan ane udah punya usaha, ane yakin kalo ane nikah mah pasti ada aja rejeki yg dateng dan nikah itu memperluas rejeki ..


gutblessyou 

Mangstap gan, ane kabetulan udah nikah dan nikahnya umur 21 gan
Alhamdulillah semuanya baik2 aja

Bener nih semua yang TS ini bilang, pokoknya jangan ragu2 nikah keburu di sikat sama orang 

keep posting gaaaan  


endyshinkai 

gua banget,ane nikah umur 23 n ga punya kerjaan,istri ane cantik,,
hayooo...bingung kan napa bisa..


Ane umur 22tahun gan (masih 2 bulan lagi sih ) ane juga barusan nikah sama suami ane (25th) Baru 1 bulan malah 
Dulu suami ane kerja jadi OP warnet, karna warnetnya bangkrut, jd dia nganggur
Eh pas malah masa nganggur, ortu ane minta biar ane cepet nikah aja, waktu itu bulan september suami ane nglamar ane  trus ortu ane minta nikahnya bulan november  kebayang gak sih ribetnya ngurusi nikah dalam waktu 3 bulan
Tapi alhamdulillah habis ane dilamar sama suami ane, dia ketrima kerja


oyul89 

ane umur 23 tahun bini ane 20 tahun dan ane udah nikah sekitar sebulan yg lalu gan,, ane sama bini ane ngersa lebih bahagia meskipun sekarang keadaan ane dan bini ane lagi di coba kesabarannya sama ALLAH SWT tapi ane sama bini ane tetep tegar ngadepinnya dan yg lebih penting lagi ane sama bini ane masih bisa ketawa 20 kali bahkan bisa lebih dalem sehari meskipun keadaan kita lagi dicoba

Intinya ALLAH gaakan kasih cobaan pada umatnya kalo umatnya itu gak mampu


tumbalpulojawa 

ane dulu tergolong nikah muda juga gan, umur 24 tahun, istri ane umur 23.
lbh tenang gan bawaan nya klo nikah muda. tampang kek org pacaran, tp udah halal sgala macem, hahaha... trus ngebangun perekonomian keluarga dari nol banget juga, soalnya ane wirausaha juga. pokonya hidup lbh nyaman pokonya.


rickyaryant 

Ane nikah muda, enaknya sih ga seberapa tapi gurihnya itu lho


metalpinix 

ane nikah waktu umur 20 tahun. dan sekarang sudah di karuniai anak perempuan umurnya 1 tahun setengah. memang kadang sempat pikiran penghasilan buat sehari2 gimana??? tapi alhamdulillah emang udah rezeki ada aja..... beda saat lajang dulu.


fahdeesan 

Ane setuju banget ama TS.
Ane nikah umur 23 gan, sekarang umur ane 27 dan udah punya 2 anak, kalo udah nikah ada aja rezeki yg datang gan, jangan takut kekurangan dech.


bhe_2bad4ever 

ikut sharing ya gan
Tapi kudu ditaruh di pekiwan

Ane baru mau nikah gan bulan Feb nanti. Ane 25, calon ane 23
Dulu pacaran sama2 jd selingkuhan
Pas pacaran menginjak umur 3 bln,cewe ane didesak utk cepet nikah
Tp bingung krn pny cowo 2
Ane ditantang utk lamar dy di akhir desember 2012 (cm 7 bulan persiapan), dan anesanggupin (nekat gan )
Dr ga punya apa2 (g pny tabungan  ,g pny duit  ,kerja masih serabutan  ,orgtua g stuju nikah muda  ), jadi pny macem2  (tabungan dll ada semua sekarang. g tau dapet dari mana  yg pasti ane ga ngepet ya gan  )

Tp yang buat ane ketawa2  baca ni trit, ya yg diblg TS. Kita jadi kreatip (pake p)
Gmn caranya yakinin orang tua  ane pake strategi A sampe Z udah kaya mau perang gitu

So far, alhamdulillah lancar, dberi kemudahan, dan satu hal yang pasti
DIBUKAKAN JALAN KE PERNIKAHAN BEGITU NIAT DALAM HATI MENIKAH
SUBHANALLAH!!

Buat yang lain,niatin aja dari hati mulai sekarang, drpd pacaran banyak maksiat


Dewa.krisna 

beruntung ane bisa nikah muda,,umur 23 sudah bisa mempersunting istri nan sholihah,,dan umur 24 sudah mempunyai keturunan yang lucu dan imut,,pekerjaan pun menyesuaikan,,yang kemeren kemeren waktu lajang cuman jadi staff di perusahaan swasta,selang 1 bulan nikah dah promosi jadi supervisor,, eh
sekarang si kecil baru umur 3 bulan,ane di promisiin lagi jadi manager  ,padahal ane cuman lulusaan D3 gan,,
maha besar ALLAH dengan segala keAGUNGANNYA. ini true story gan,gak ngada ngada

pejwan jika berkenan ya agn TS


tcmania 

Ane juga nikah muda gan, watu itu umur 23.. istri juga sama.. Sebelum nikah kerjaan serabutan dikantor orang, gaji cuman 1 juta ( tahun 2008 ).. Habis nikah pintu rejeki bertambah gan.. mula2 dari frelancer online bisa 8 - 9 juta /bulan, kemudina ningkat jadi 20 an.. dan ahamulilah setelah lahir si kecil, jadi 30++ , Alhadulilah juga karena kerja di rumah, tiap hari bisa lihat si kecil.. padahal sbeelum nikah kerja di kantor berangkat pagi pulang sore


usyaqulhuur 

Share aja gan ane nikah umur 22 sekarang dah punya 2 anak, dulu pas nikah penghasilan cuma 250k/bln Alhamdulillah semuanya disukuri sampe sekarang sehat wal afiat. ...... meski tetep bejuang untuk mencari kebahagiaan yg diinginkan



NIKAH MUDA MEMANG ... ENAAAAAAAAAAAAKKK


donjuan88 

TS jago nih provokasinya...

Ane juga udah nikah kok gan, kemaren tanggal 9 desember..umur ane 23 tahun dan bini baru 22....Alhamdulillah acara resepsi yang memang kita niatkan sesederhana mungkin berjalan lancar...dan bener kata TS Nikah itu enaknya 1 %, tapi UEEENAAAAKKKNNNYYAAAAA 99%.

Sekedar sharing aja, ane sama bini itu CLBK, pernah pacaran selama dua bulan dulu waktu masih sama2 sekolah, kepisah karena lulus sekolah hampir 5 tahun, ketemu lagi october tahun kemaren, dan ane sebulan ketemu, ane langsung nekat ngomong sama ibunya yg sekarang mertua ane, bahwa ane serius sama anaknya, ane buka kartu bahwa sekarang ane kerja di sebuah perusahaan multinasional asing, dengan penghasilan sekian, dan ane kasih tau juga bahwa ane bukan dateng dari keluarga konglomerat yang punya harta yg ngga abis tujuh turunan, bapak ane supir taksi...Alhamdulillah nyokap dan kk ipar bini ane bisa terima dengan baik semuanya...tp yang ane kagum sampe sekarang, ane waktu bilang begitu ke ibunya, ane dalam posisi ngga punya tabungan sama sekali, ngga punya simpenan asset yang bisa dijual secara cepat, asli cuma ngandelin gaji ane...Tp alhamdulillah sampe resepsi rejekinya ketemu aja, apalagi waktu abis lamaran, malah banyak lembur, banyak dines luar kota yang tentunya malah nambah income ane...mahar yang diminta pun masih masuk dalam nalar ane, utk itu ane bersyukur banget bahwa mahar yang diminta bini ane, bukan hal yang mempersulit ane..

Yang lucunya lagi, ketika mengutarakan niat ngelamar doi, bukannya tanpa tantangan, ada aja ujiannya, mulai dari bokap ane yang harus masuk rumah sakit dan dioperasi, sampe ane harus jual motor ane..bikin jiper gan...tapi yang paling menenangkan adalah kata2 doi, ketika ane harus jual motor kesayangan yang selalu menemani kita berdua kemana2, dia bilang "km cuma keilangan motor kan, bukan keilangan aku..", nyeessss gan denger kata2 itu..

terus ane harus pindahan rumah karena sampe harus jual rumah juga utk biayain sakitnya bokap ane dan rawat jalannya beliau.. tapi sekali lagi, Allah Maha Adil, Maha Rahman dan Maha Rahiim, Dia yang punya duit, kenapa jadi kita yang ketakutan...

lurusin niatnya mau nikah, kuatkan azzam bahwa doa dan usaha harus seiring sejalan, jangan banyak ngeluh, ntar malah dikabulin lho yang dikeluhin itu...hidup cuma sekali parahnya cuma sebentar lagi, klo ngga disegerakan menyempurnakan agama, mau kapan lagi....

Pajang Page One klo TS suka...


AYO NIKAH MUDA !!!!

Sumber :